Thursday, February 6, 2014

HADITS PADA MASA SHABAT DAN TABI’IN

HADITS PADA MASA SHABAT DAN TABI’IN



Hadits Pada Masa Sahabat
                Kondisi pada masa shabat (khulafa’urrasyidin) perhatian mereka masih terfokus pada pemeliharan dan penyebaran Al-qur’an,dengan demikian maka penulisan hadits belu begitu berkembang ,
            Shabat Abu bakar amat ketat dalam periwayatan hadits,namun beliau tidak antipati terhadap penulisan hadits,bahkan untuk kepentingan tetentu ,hadits nabi juga di tulis , beda dengan shabat umar beliau terus menerus mempertimbangkan penulisan hadits ,sikap kehatia-hatian kedua shabat tersebut ,juga diikuti oleh Utsman dan Ali.
            Pada masa ini juga belum ada usaha secara resmi untuk menghimpun hadits dalam suatu kitab di karnakan sebagai berikut :
1.      Agar tidak memalingkan perhatian umat islam dalam mempelajari Al-qur’an
2.      Para sahabat yang banyak menerima hadits dari Rasul sudah tersebar ke beberapa daerah kekuasaan islam,sehingga ada kesulitan mengumpulkan mereka secara lengkap.
3.      Soal membukukan hadits,di kalangan sahabat terjadi perselisihan soal lafadz dan ke sahehanya.
Hadits pada Masa tabi’in                            
            Sebagaimana para sahabat ,tabi’in juga sangat berhati-hati dalam meriwayatkan hadits,akan tetapi mereka tidak seberatpara sahabat karna Al-Qur’an sudah di bukukan dalam sebuah mushaf,sehingga tidak adakekhawatiran antara tercampurnya  Al-Ouer’an dengan  hadits, mereka para tabi’in dalam memelihara hadits dengan cara menghafal dan menulis hadits,
               Di antara tabi’in besar yang menulis Hadits yang di terimanya ialah: Abban Bin Usman bin Affan, Ibrahim bin yazid, Abu salamah bin abdurrahman, Abi  Qilabah, Ummu Darda’ Junail Binti yahya,Zabir bin zaid, dll
               Sedangkan tabi’in kecil yang menulis hadits yang di terimanya ialah: Ibrahin bin abdullah, Ismail bin Abi khalid , Bagir bin Abdillah  al Sayajj,dll
Pada masa tabi’in terjadi persoalan yang sangat pelik secara langsung maupun tidak langsung cukup memberikan pengaruh baik positif maupun negatif bagi  perkembangan hadits berikutnya, pengaruh langsung yang bersifat negatifnya adalah munculnya hdits-hadits palsu.adapun positifnya adalah mendorong lahirnya rencana dan usaha diadakanya kodifikasi hadits upaya menyelamatkan hadits dari pemusnahan dan pemalsuan hadits,
                                                                                    Nama : Didi Mahdi (141232669)
KODIFIKASI HADITS
Hadits pada masa kodifikasinya
           Kodifikasi atu tadwin hadits artinya pencatatan , penulisan atau pembukuan.menurut  Al Zahrani tadwin ialah mengikat yang berseak-serak kemudian mengumpulkanya menjadi satu diwan atau kitab yaang terdiri dari lembaran-lembaran.
1.Permulaan Zaman pembukuan hadits (abad II H)
            Pembukuan hadits secara resmi di mulai pada masa Khalifah Umar bi Abdul Aziz,melalui intruksinya kepada abu bakarbin Muhammad bin Amr bin hasyim
           Sebab-sebab khalifah Umar bin Abdul Aziz berinisiatif membukukan hadits yaitu :
1.beliau khawatir akan hilang dan lenyapnya hadits dari bendaharaan masyarakat di sebabkan hadits belum di bukukan
2.kemauan keras beliau untuk membersihkan dan memelihara hadist dari hadits maudhu’
3alasan AlQuran sudahdi dewankan jadi tidak khawatirlagi tercampur
4.beliau khawatir hilangnya hadits dengan meninggalnya para ulama di medan perang.
             Di antara ulama yang berhasil membukukan hadits adalah:
a.Malik bi Anas(93-179 H ) di Madinah dengan karyanya Al-Muatta’
b.Imam Safi’i dengan karyanya musnad assafi’i dan mukhtalif Al badith
c.Muhammad ibn Ishaq (150 H )dengan karyanyaAl-maghazy wal siyar
           pada abad ke dua ini masih bercampurantara hadits-hadits rasulullah dengan fatwa-fatwa sahabat dan tabi’in ,sehingga kitab-kitab hadits mereka belum diseleksi hadits yang marfu’,mauquf, dan maqthu’ serta hadits sahih hasan dan da’if.
2.periode penyeleksian dan pentashihan hadits (abad III H)
        Pada abad ini kitab-kitab hadits sudah memisahkan antara fatwa-fatwa dan hadits ,namun demikian belum memisahkan antara hadits saheh ,hasan, dan dha’if.
          Para ulama pda abad ini munyusun kitab hadits secara musnad,diantaranya adalah :Abdul asad bin Musaal Mawi, Nua’im ibn hammad ,ahmadibn hambal, Usman ibn Abi saibah.
         Ulama yang memulai memisahkan hadits-hadits sahih dan tidak adalah Ishaq Ibn Rahawaih,yang kemudian dilaksanakan dengan sempurna oleh imam Bukhary dengan menyusun kitab al-jaki’ al sahih,kemudian di teruskan oleh Abu husain muslim bin ak hajaj al kusairy an nasbury (imam muslim) dengan kitabnya alal jami’ as sahih,dan empat sunan lainya.
        Dengan dua al kitab dan empat sunan disini ada enam kitab yang dijadikan induk , standar, ataw tempat untuk merajuk kitab-kitab lainya yang datang sesudahnya yang terkenal dengan dengan kutub as sittah, menurut ulama dapat diurutkan dengan kualitasnya yaitu :
1.al-jami al sahih karya imam Bukhary
2.Al jami’ as sahih karya imam muslim
3.sunan Abu Daud
4.As sunan at Turmudzi
5.as Sunan an Nasa’i
6.As sunan Ibn Majjah

        Pada masa ini para ulama membagi hadits ke beberapa derjat yang sahih,hasan dan dho’if.

No comments:

Post a Comment